Betapa
dunia sekarang sudah semakin dahsyat sampai kecurangan antara suami
dan isteri pun boleh dimuatnaik ke dalam laman sosial atas tujuan
sebagai pengajaran mungkin oleh si suami yang telah mengetahui kerja
jahat isteri di belakangnya.
Video
berkenaan sudah kelihatan dikongsikan secara meluas di laman Facebook
dan mungkin tidak sesuai untuk ditonton mereka yang berumur di bawah
18 tahun kerana dialog yang agak terus tanpa berselindung.
Suami
wanita berbaju hitam yang menamakan dirinya “ayah” itu bertanya
kepada isterinya itu adakah dia menyayangi lelaki yang juga orang
ketiga iaitu Remy, dan wanita itu menjawab kerana sudah terlanjur.
“Sebab
mak dah terlanjur dah tak boleh balik dengan ayah, terpaksa jugaklah
sayang,” kata wanita itu tenang.
Berani
sungguh wanita yang bernama Ana itu menjawab terpaksa sayangkan orang
ketiga dek kerana sudah terlanjur mengadakan hubungan seks.
Padahal
kalau masih sayangkan suami, pastinya si Ana itu akan insaf dan
segera memohon maaf serta merayu keada si suami supaya menerima
dirinya kembali.
Nama
orang ketiga, Remy pula begitu berani dan berlagak menjawab bahawa
dia pula sukakan Ana tanpa ada rasa bersalah.
Kadang-kadang,
manusia apabila sudah lama memendam rasa dan makan hati serta
perasaan sudah tiada macam-macam tindakan nekad sanggup dilakukan
seperti apa yang berlaku di dalam video ini.
Ramai
juga netizen berpendapat suami wanita itu tidak sepatutnya memuatnaik
video berkenaan kerana ia hanya akan membuka aib keluarga mereka
tetapi pada si lelaki ia dilakukan untuk pengajaran maka netizen lain
menyebarkan video berkenaan sebagai pengajaran kepada wanita dan
lelaki berkenaan.
~PRU14.tv
3 comments :
Ishh... tutupkan aibnya... semoga dia dia bertaubat semoga suaminya juga membimbingnya kembali kepangkal jalan.
Tutuplah Aib Orang Lain, Allah Akan Tutup Aib Kita - elhooda.net
“Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat” (Hadits Riwayat Imam at-Tirmidzi).
Kita hidup di dunia ini terkadang merasa lebih mulia daripada orang lain. Hanya gara-gara satu kesalahan yang diperbuat orang lain yang tampak di depan mata kita, menjadikan kita merasa lebih baik dan lebih mulia sehingga kita merendahkan orang tersebut. Tidak cukup dengan merendahkan, kita pun berbangga ikut menyebarkan keburukan orang itu kepada orang lain.
Ketahuilah, mungkin saja ini adalah ujian yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang itu sehingga Allah tampakan kesalahan dan aib orang tersebut agar bisa menjadi ujian juga bagi kita dengan harapan kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang tampak dari aib itu. Dengan demikian kita semestinya menutup aib tersebut sehingga Allah akan memberi jaminan bahwa aib kita akan ditutup pula baik di dunia maupun di akhirat.
Seandainya dosa itu dapat mengeluarkan bau busuk dan kita dapat mencium bau busuk tersebut, mungkin saja kita ini lebih busuk baunya dibandingkan orang yang tampak aibnya itu. Tetapi karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib umat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, maka apa yang kita rahasiakan ditutup oleh Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala masih mengharapkan taubat kita. Oleh karena itu, jika kita melihat aib yang ada pada diri orang lain, jangan sampai kita merendahkan dan menyebarkan aib itu. Sebab, kalau kita melakukannya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuka aib kita di dunia dan di akhirat.
Diceritakan dalam sebuah kisah yang sangat masyhur. Suatu hari Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam didatangi seorang wanita yang mengaku telah berbuat zina. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian berpaling darinya berpura-pura tidak mendengarnya. Setiap kali bertatap muka, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam akan memalingkan wajah darinya. Ini dilakukan karena Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak ingin mendengar aib wanita tersebut. Namun wanita ini tetap membandel dan tetap menemui Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Kali ini ia datang bersama ayahnya dan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian bertanya, “Kau sudah hamil?”.
Dijawab oleh sang wanita, “Ya, hamil”.
Lalu Nabi berpesan kepada ayahnya, “Bawa anakmu dan berbuat baiklah kepadanya”.
Di sini ada 2 pelajaran berharga yang dapat kita ambil hikmahnya. Pertama, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak bertanya dengan siapa dia berzina. Kita tahu yang namanya perbuatan zina itu sudah pasti dilakukan oleh 2 pelaku. Tapi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak menanyakan hal itu. Ini karena Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam suka menutup aib orang lain. Yang kedua, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam takut wanita itu dianiaya oleh ayahnya sehigga beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berpesan agar berbuat baik terhadap putrinya. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam khawatir ayahnya akan berbuat aniaya atas nama kehormatan keluarga. Inilah bentuk kasih sayang dan simpati Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Setelah melahirkan, wanita ini datang kembali menghadap Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Maka Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian menyuruhnya untuk menyusui anaknya. Anehnya di sini adalah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak menahan wanita itu. Tetapi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam lebih suka untuk melepaskannya.
rasanya cukuplah kita tidak redho dengan perbuatan si isteri bersama kekasihnya. namun memviralkan video itu sebenarnya membuka aib orang lain. dalam masa yang sama akan ada nanti merasakan diri kita itu terlebih baik dan terlebih mulia daripada orang yang diviralkan itu. bimbang riak dan ujub pula yang akan timbul.
Post a Comment