Megat Panjialam

. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُم بُنيَانٌ مَّرْصُوص 61.4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Monday, May 13, 2013

PEMIKIR INDONESIA KRITIK: POLITIK MALAYSIA SANGAT JELIK

POLITIK JELIK

Jakarta Selatan - Pemilu (Pemilihan Umum) di Malaysia sudah pun berakhir sebenarnya. Kemenangan jelas milik parti pemerintah diketuai bapak Najib. Sebaliknya oposisi di Malaysia oleh bapak Anwar dengan kerjasama Lim Kit Siang seorang Cina. Kalau di Jakarta, ia seakan Cina totok begitu.

Amat menjelekkan demokrasi ala Malaysia karena pemenangnya sudah jelas kepada team bapak Najib, menapa perlu lagi bapak Anwar sibuk-sibuk bikin porak-poranda negara sendiri. Seharusnya terima saja keputusannya.

Ternyata bapak Anwar tidak punya perasaan kenagaraan yang tinggi, dia sendiri mengkianati rakyatnya. Bapak Anwar harus menerima hakikat yang mana Malaysia bukan pengamal sistem Persiden. Jika Malaysia menggunapakai sistem Persiden seperti di Indonesia atau di Amerika, ya memang benar undi paling banyak dikira sebagai pemenangnya. Misalannya, bapak Jusuf Kalla melawan bapak Susilo, ternyata bapak Susilo menerima undian paling terbanyak maka sudah jelas bapak Susilo menjadi Persidennya.

Di Malaysia tidak begitu, karena Malaysia menggunapakai sistem Komanwel dan British Democracy. Makanya mana-mana partai yang menang walaupun tidak majoritas undinya, partai itu dikira pemenangnya. Karena majoritasnya dilihat kepada partainya bukan kepada manusianya. Hal ini sebenarnya amat remeh dan memalukan jika tidak difahami. Masakan bapak Anwar dan oposisinya tidak mengetahui hal-hal seperti ini.

Saya sendiri pelajar jurusan undang-undang di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia di Gombak, saya tidak faham mengapa bapak Anwar tidak bisa menerima keputusan rakyatnya sendiri.

Salam dari saya
S. Sudariono, Blok M,
Kabayoran, Jakarta Selatan.

(artikel ini adalah kiriman emel)




No comments :

DISCLAIMER

Blog ini tidak bertanggungjawab terhadap komentar yang diutarakan melalui ruangan ini. Ia pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pendirian blog ini. Segala risiko akibat komen yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri. Penulis tidak memaksa anda memasuki blog ini dan tidak akan bertanggungjawab jika ada yang tercedera atau tersinggung emosi, atau disaman jika melanggar akta mesin cetak dan lain-lain undang-undang yang berkaitan. Segala caci maki, kutukan, fitnah adalah antara anda dengan ALLAH Azza Wa'jal. Berilah komen dan kritikan yang membina. Insyallah kami akan cuba membalas komen-komen anda.